SUJUD SYUKURKU TAK TERHINGGA PADAMU YA ILAHI.

 
 
 
 
 
 
 
 

Sujud Syukur padaMU YA ILAHI

 

Pagi itu hari sangat cerah sekali, seperti biasanya sayapun ke kampus. Jarak kampus  dengan apato tempat  tinggal saya kurang lebih 35 menit dengan menggunakan densha/ kereta dan di tambah jalan kaki kira2 lebih kurang 15 menit. Hari itu saya sangat malas sekali untuk datang kekampus, karena memang sebenarnya berniat untuk libur. Saya hanya ingin berada di rumah bersama anak-anak dan suami. Tapi entah karena apa saya tetap pergi ke kampus, walaupun dengan langkah yang gontai dan malas-malasan, demi cita-cita saya tetap datang walaupun malas menyerang, padahal kata hati saya melarang untuk datang.

Cuaca di Tokyo pada hari itu memang sangat cerah, dan karena merasa sudah tidak terlalu dingin  saya tidak menggunakan jaket yang biasa saya gunakan. Saya mengganti dengan jacket yang lebih tipis, dan syal yang biasanya mengalungi leher  tak saya gunakan hari itu. Saya pikir karena cuacanya sudah mulai bersahabat.

Hari itu memang sangat cerah, kira jam 11. 30 saya teringat anak saya di rumah  karena suami saya mau pergi sholat jumat sehingga si bungsu  hanya sendiri di rumah. Sayapun menelponnya. ,. Alhamdullilah,rafa ada aman di rumah saya pun senang.

Kira-kira jam 2.30 anak saya menelpon kembali,  dia bilang ayahnya sudah pulang sholat jumat, tapi mau ke supermarket untuk mengambil air minum, karena memang di supermarket di dekat  apato kami  menyediakan air minum gratis asalkan kita ikut membersnya terlebih dahulu.

Sayapun di kampus merasa tenang karena bapaknya sudah pulang,  sayapun berencana untuk pergi ke perpustakaan yang ada di kampus , yang letaknya beda gedung dengan laboratorium , laboratorium  berada dilantai 4, sedangkan perpustakaanya ada di lantai 3.

Tapi sebelum pergi saya buka computer terlebih dahulu, pada saat itulah terjadi gempa. Biasanya  di jepang ini  kalau ada gempa mereka memang tak peduli karena memang sering  dan sudah biasa.Tapi gempa yang terjadi pada tanggal 11 maret 2011 ini memang gempanya sangat kencang, dan kami seperti sempoyongan dan buku-buku kami yang di mejapun pada jatuh. Teman-teman  yang biasanya acuh, hari itu  sama-sama berlari untuk turun tangga . Ternyata saya melihat di halaman kampus  sudah banyak orang berkumpul disana, dan mereka masing-masing saling berpelukan dan ada juga yang berpegangan tangan, saya dan teman  hanya berdiri sambil menahan badan supaya tidak jatuh, tanah yang kami pijak bergoyang dan gempa itu dirasakan lama, kami tak henti-hentinya beristifar.

Saya langsung teringat anak dan suami  di rumah,  takut apakah suami saya sudah pulang ke rumah karena tadi dia mau ke supermarket. Dan saya juga teringat dengan anak saya yang pertama nabilla, apa sudah pulang sekolah atau masih di jalan, kalau di sekolah saya agak tenang. Karena sekolah disini lapangannya luas, dan gurunya sangat menjaga muridnya dengan telaten, tapi bagaimana kalau dia sedang di jalan, sementara gonjangan gempa sangat kencang.

Pikiran ini benar-benar berkecamuk. Setelah gempa reda kamipun kembali ke atas  tak henti-hentinya saya menelpon kerumah, tapi ternyata mobile phone kami tidak ada sinyal, saya semakin takut. Dan saya masih sempat menulis status di facebook menanyakan kabar suami  dan anak-anak . Dan gempa keduapun kembali terasa gak kalah besarnya dengan  gempa  pertama  kamipun berlarian kembali ke lantai bawah, Air mata ini tak kuasa saya bendung saya menangis, karena memang  belum dapat kabar tentang kondisi di rumah .

Setelah gempanya berhenti sayapun pamit pulang pada sensei , saya melihat orang-orang banyak yang pada pulang. Ternyata setelah sampai di stasiun tempat biasa  naik kereta, keretapun tak beroperasi karena mencegah hal-hal yang tidak di inginkan,. Lebih kurang 45 menit  menunggu di sana, tapi belum ada tanda kereta akan operasi kembali, sehingga saya putuskan  untuk kembali ke kampus, saya teringat teman yang masih berada di kampus  dan saya mengajaknya untuk pulang jalan kaki, kalau gak naik bus, atau naik taksi.

Dan kamipun mencari bus, tapi memang di kampus  kami tidak di lewati bus, kami bertanya sama petugas yang ada di stasiun mereka memberitahukan ada bus kita-kita 3 stasiun jaraknya dari stasiun kami. Lebih kurang 15 menit jalan kaki, kamipun kesana.

 
 
 
 
 
 

Ya Rabby tempatku berserah diri

 

Sesampai ditempat yang kami tuju kami melihat antrian panjang orang-orang yang juga mau naik bus, kamipun menunggu lebih kurang 45 menit, tapi bus yang kami tunggu tak ada yang berhenti karena memang semuanya penuh malahan penuh sesak, tidak seperti biasanya. Karena memang di Tokyo ataupun di jepang umumnya tranfortasi itu lebih mengandalkan kereta di banding bus. Tiap-tiap 3 menit kereta ada, kita tak perlu menunggu lama. Hari itu semua terhenti, aku melihat wajah-wajah kecemasan, semua berjalan dengan cepat dan tapi tetap tertib. Kamipun memutuskan untuk jalan kaki setelah cukup lama menunggu di sana. Temanku bilang jalan kakinya lebih kurang 10 km apakah saya sanggup. Karena ingin cepat-cepat sampai rumah sayapun memutuskan untuk jalan, walaupun sebenarnya badan ini sudah tidak kuat.

Ditengah cuaca yang tidak bersahabat pada waktu itu, suhunya yang sangat dingin dan angin malam  yang meniup sangat kencang tak saya rasakan, walaupun badan dan pikiran ini sudah lelah dan sangat lelah sayapun melangkahkan kaki ini untuk menuju pulang, pikiran ini semakin tidak tenang karena  sampai saat itu saya belum mengetahui kondisi di rumah,.di tengah pikiran yang bergalau tak putus-putusnya saya berdoa, dan saya berusaha menghubungi anak-anak dan suami tapi tetap teleponnya tak ada jawaban, hanya satu yang saya rasakan saya benar-benar pasrah.

Tapi entah kenapa langkah kaki ini seakan-akan tak terasa, saya merasakan ke ajaiban ALLAH saya tidak merasakan lelah hanya dingin yang saya rasakan ditambah saya juga tidak memakai jacket, syal, dan sarung tangan yang biasa saya gunakan. Dingin yang luar biasa,. Alhamdullilah teman saya sangat mengerti kondisi ini, sesekali dia bercerita tentang yang lucu-lucu mungkin dia berharap supaya saya tidak merasakan capeknya.

Hampir 3,5  jam  berjalan kaki kamipun sampai di Musashi kosugi karena harus  melanjutkan perjalanan  menggunakan bus, aduh kamipun melihat pemandangan yang sama seperti menunggu bus tadi , antrian yang luar biasa, kamipun ikut mengantri, teman saya ikut menunggu  sampai  naik bus.. Hampir 50 menit saya pun naik bus, alhamdullilah dapat tempat duduk, dan saya melihat Tokyo malam itu macet dimana-mana. Dan mobil kebakaran dan mobil ambulance pun ada dimana-mana, menambah kepanikan  pada saat itu.

Pada saat  antri saya menerima telpon dari adik saya di Jakarta menanyakan kabar  kami dan saya bilang Alhamdullaih saya selamat tapi saya tidak tahu kondisi anak-anak dan suami , dan dia terus mencari kabar tentang anak-anak , dia ad semua teman yang tinggalnya di dengan rumah saya, dan Alhamdullilah sayapun mendapat kabar dari adik  saya  bahwa anak dan suami  selamat, dan mereka berkumpul di  rumah tetangga kebetulan tetangga kami orang Indonesia, jadi kami merasakan persaudaraan yang kuat di sana. Setelah  sampai di stasiun yang di tuju  sayapun melanjutkan kembali dengan berjalan kaki, air mata ini tak terasa sudah membasahi pipi ini, langkah saya semakin cepat,  sayapun berjalan kaki kembali lebih kurang 10 menit, dan haripun semakin malam,  angin  dingin tetap tak saya indahkan walaupun sebenarnya  sudah sangat dingin. Saya berlari supaya cepat sampai di rumah, saya ingin cepat berkumpul dengan orang –orang yang saya kasihi, dan saya cintai.

Jam 12 malam sayapun sampai dirumah, kami berpelukan satu sama lain saling menguatkan, rasanya sudah lama sekali saya tidak bertemu keluarga , dan sayapun tak lupa mengucapkan sujud Syukur kepada ALLAH Maha KUASA karena DIA kami bisa berkumpul kembali. Dan terimakasih kami buat ibu/bapak,  kakak, adek, sahabat-sahabat, mahasiswaku dan semua yang mencintai kami.

Sekarang 3 minggu sudah kejadian itu berlalu kami tetap merasakan trauma. Apa lagi sampai sekarang masih ada gempa. Dalam doa kami berharap semua ini cepat berlalu, kami ingin merasakan hidup tenang seperti dulu hidup yang nyaman, walaupun kami bukan bersaudara tapi kami  merasakan sangat nyaman dan aman di sini,..YA ALLAH dalam doaku aku bermohon,..ampunilah diri ini yang lalai yang sering khilaf dan lupa,..ampunilah kami,.dan Sujudku padaMU ya Rabby yang telah memberikan hidup kedua sehingga kami bisa bertobat.

 

Sujudku tak terHINGGA padaMU YA ILAHI…Karena MU kami bisa berkumpul kembali,. (pada saat menulis ini saya juga merasakan gempa kembali)

 

Kami Yang Tak henti-hentinya selalu bersyukur padamu YA ILAHI,.,.

 

12 thoughts on “SUJUD SYUKURKU TAK TERHINGGA PADAMU YA ILAHI.

  1. Subhanallah….Allah yang telah menjamin setiap denyut kehidupan hamba-hambaNYA :-)Moga selalu dilimpahi RahmatNYA:-)

  2. Yaa Alloh,…….

    Karna Yang Kutau Malam Begitu Elok Kupandang,
    Karna Yang Kupandang Adalah Lukisan Mengembang Di Silau Bintang,
    Karna Yang Kurasa Siang Begitu Indah Di Lingkaran Langit Membiru,
    Berikan Rasa Hangati Kalbuku,

    Mungkin Waktu Adalah Giliranku,
    Yang Senatiasa Melangkah Di Putaran Jam Yang ‘Tak Terasa Menjamahku
    Diantara Siang Dan Malamku,

    Kini Aku Hanya Bisa Berdo’a,
    Panjatkan Rasa Syukurku, Ucapkan Harap Tiada terhitung,
    Untuk Memohon RodhoMu Yaa Alloh,

    Harapku,
    Berilah Rahmatmu, Yang Senantiasa Melangkah DijalanMu
    Ulurkan Rasa Syukurku Untuk Dapat Menikmati Sisa Hidupku,…
    Karna Hanya Itu Yang Dapat Kulakukan,

    Amiin,____________

      • senyum adalah ungkapan hati
        senyum adalah sedekah bagi yg iklas memberikannya
        dengan senyum semua akan bermakna adanya,.
        dengan senyum semua yg gundah jd indah,.
        berikanlah senyummu utk orang yg menyanyangimu dgn sepenuh hati,.
        untuk keluargamu
        untuk pendampingmu,.
        untuk semua yg kita kenal,.
        biar kita merasakan betapa indahnya dunia,.

  3. ^V^

    Kalaulah Itu Yang Membuatmu Yakin Dengan Ungkapan Hati,

    Pandanglah Kedepan Dari Luasnya Laut Yang Tak bertepi, Dari
    Indahnya Langit Biru Melingkar,

    Melangkahlah Seperti Mentari Berikan Cahya Hangati Di Keseharianmu,

    Dan Pikirkan Apa yang Ombak lakukan Buatmu memandang,
    Keindahan Kah, Karna ombak mainkan buih Sampai Camarpun Ikut bermain,

    Jagalah Mata Dari Keindahan Laut Buatmu Memandang,
    Sampai Kau dapatkan Ombak Itu Bertepi Dari Rasa Indah Ingin Menggapaimu,

    Niscaya, Indah Itu Akan kau dapatkan Dengan Nafas Melangkahmu,

    • puisinya kk suka dek,.mungkinkah ini ungkapan hati pd seseorang yg pernah di sukai,.
      yg trpenting dgn puisi kita bs menorehkan apa yg kita rasakan, walaupun terkadang hrs samar2,.semoga sll terus berkarya ya, utk keluarga dan org yg sgt special,.slm kk buat mrk semua,.

  4. ^V^

    Pemikiran Hati Bukan Sekedar Pengorbanan Dari Kau Anyam Cerita Indahmu,…….

    Namun Hasrat Dari Lukisanmu Yang Begitu Indah,
    Kuasai Diri Membadai Bagai Ombak,………

    Maaf,
    Bila Ku Memandang Sperti Itu,
    Karna Mimpi Yang Kaupunya Adalah Keyakinan
    Dari Melangkahmu Yang Kaupertaruhkan,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s