Rindu YanG TaK TerTaHANKAN

Rindu Yang tak Tertahankan

Denting jam dikamar masih terdengar jelas ditelingaku 

Mata ini memang masih belum mau terpejam, walaupum jam di dinding sudah menunjukan jam 1,30. lewat 4 detik Mata ini benar-benat tidak mau terpejam 

Semakin aku ingin untuk memejamkan mata ini semakin sulit aku lakukan,,,, 

Walaupun badan ini sudah lelah dan letih, tapi mataku tetap tidak mau terpejam. 

Semakin jelas bayangan – bayangan belahan jiwa nun jauh disana hadir menemaniku. 

Mereka hadir dipelupuk mataku 

Ya itulah kenyataan yang harus aku hadapi kini 

Semenjak aku memutuskan untuk pergi ke negeri orang maka semenjak itu pula aku meninggalkan keluarga yang amat sangat aku  kasihi teramat sangat aku kasihi

                                                                         CINTA 

                                                                                           SAYANG 

cinta

 

Cinta dan sayang apakah berdasarkan itu aku harus meninggalknnya mereka? 

Kenapa aku harus jauh-jauh hanya untuk melanjutkan pendidikan? 

Apa memang tidak ada pendidikan yang bagus dinegeri sendiri? 

Apa memang ini kesempatan? 

Kesempatan yang kata orang tidak mungkin datang dua kali 

Mungkin banyak sekali pertanyaan yang tidak perlu aku pertanyakan sekarang ini. 

Karena aku yakin aku bukan sendiri. 

Tapi aku adalah aku yang tetap seorang ibu bagi anak-anakku 

Dan akan tetap seorang istri bagi suamiku. 

Aku tetap punya rasa

Ya rasa yang namanya rindu

Walaupun keputusan untuk pergi

Sudah aku pikirkan jauh hari

Tapi aku tetap rindu dan sangat rindu pada belahan jiwaku

Malam. 

Sudah semakin larut

Tapi mataku masih tidak mau terpejam

Anakku sayang

Tak terasa sudah 6 tahun dan 9 tahun kau hadir menemani kami
Kau hadir disaat hati ini lara
Kau buah cinta kami..kau penyejuk di jiwa ini

Kau memang kami damba, kami nanti dengan sengenap jiwa
Anakku sayang..
Kau harapan kami tuk masa depan
Kau bisa membuat sedih jadi bahagia
Anakku sayang..
Kau kekuatan cinta yang tak ada tandingannya
Kala kau bahagia kami sangat bahagia
Kala kau sedih hati ini ikut bersedih bahkan lebih sedih dari yang kau rasa
Dikala kau sakit semua tubuh ini juga terasa sakit
Segenap jiwa kami berikan tukmu anankku
Sepenuh hati kami berjuang untukmu
Harapan kami padamu jadilah anak yang solehah
Anak yang berbakti pada semua
Anakku sayang do’a kami selalu untukmu
Selalu dan selalu …
Hanya untuk kebahagianmu
Kakak dan adek yang tersayang buah hatiku yang paling berharga
Nabilla dan rafa

Buah Hatiku

malam telah melampaui garisnya

Dinihari mulai menjelma..

Tapi aku tetap hanyut dalam banyangan.

Aku terbayang kedua belahan jiwaku yang nun jauh disana

Menanti dan aku menanti mereka untuk berkumpul disini

Aku bermohon kepada MU Ya Ilahi

Semoga hari-hari yang kami tunggu itu

Akan cepat tiba..biar rasa cinta yang mendalami ini

Akan dapat kami satukan kembali

Cinta yang tak terpisahkan oleh jarak yang sangat jauh

Karena kau selalu ada dalam setiap do’a dan langkah kakiku

Buah hatiku..

Buah cintaku

RiNdU YanG Tak TeRtahanKan

Denting jam dikamar masih terdengar jelas ditelingaku

Mata ini memang masih belum mau terpejam, walaupum jam di dinding sudah menunjukan jam 1,30. lewat 4 detik Mata ini benar-benat tidak mau terpejam

Semakin aku ingin untuk memejamkan mata ini semakin sulit aku lakukan,,,,

Walaupun badan ini sudah lelah dan letih, tapi mataku tetap tidak mau terpejam.

Semakin jelas bayangan – bayangan belahan jiwa nun jauh disana hadir menemaniku.

Mereka hadir dipelupuk mataku

Ya itulah kenyataan yang harus aku hadapi kini

Semenjak aku memutuskan untuk pergi ke negeri orang maka semenjak itu pula aku meninggalkan keluarga yang amat sangat aku CINTAI

CINTA

SAYANG

Cinta dan sayang apakah berdasarkan itu aku harus meninggalknnya mereka?

Kenapa aku harus jauh-jauh hanya untuk melanjutkan pendidikan?

Apa memang tidak ada pendidikan yang bagus dinegeri sendiri?

Apa memang ini kesempatan?

Kesempatan yang kata orang tidak mungkin datang dua kali

Mungkin banyak sekali pertanyaan yang tidak perlu aku pertanyakan sekarang ini.

Karena aku yakin aku bukan sendiri.

Tapi aku adalah aku yang tetap seorang ibu bagi anak-anakku

Dan akan tetap seorang istri bagi suamiku.

Aku tetap punya rasa

Ya rasa yang namanya rindu…

Walaupun keputusan untuk pergi

Sudah aku pikirkan jauh hari

Tapi aku tetap rindu dan sangat rindu pada belahan jiwaku

Malam…

Sudah semakin larut

Tapi mataku masih tidak mau terpejam